Tampilkan postingan dengan label Tentang Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2017

Pengertian Achondroplasia

Achondroplasia merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan dwarfisme atau tubuh kerdil dan termasuk kelompok gangguan pertumbuhan tulang. Penderita achondroplasia mempunyai lengan dan tungkai yang pendek. Selain achondroplasia, penyebab dwarfisme lainnya antara lain gangguan hormon pertumbuhan dan sindrom turner.

Dari seluruh kasus achondroplasia, 80 persen di antaranya tidak terjadi akibat keturunan, melainkan mutasi genetik secara spontan. Sedangkan 20 persen di antaranya diwariskan dari orang tua yang juga mengalami kondisi ini.

Penderita achondroplasia dewasa jarang yang mencapai tinggi 152 cm. Rata-rata tinggi mereka adalah sekitar 124-132 cm.





Ketika baru lahir, bayi achondroplasia bisa dikenali dari gejala fisik, berupa perawakan tubuh, kaki, lengan, dan jari-jari yang tampak pendek. Kepala mereka juga terlihat lebih besar dibandingkan badan, serta dahi terlihat menonjol tidak normal. Setelah memasuki usia kanak-kanak dan dewasa, fisik penderita achondroplasia akan tampak makin jelas. Selain bertubuh kerdil, tulang punggung dan kaki penderita tampak melengkung. Mereka juga kesulitan untuk menekuk siku sepenuhnya.

Bukan saja masalah fisik, beberapa gangguan kesehatan juga sangat berisiko dialami penderita achondroplasia. Ketika bayi, kemampuan berjalan dan beberapa ketrampilan motorik mereka cenderung lebih lambat. Ini disebabkan oleh penurunan tonus otot. Selain itu, bayi achondroplasia juga berisiko terkena stenosis spinal (tertekannya sumsum tulang belakang yang berisi saraf akibat penyempitan kanal tulang belakang), hidrosefalus, serta gangguan pernapasan apnea. Ketika bertambah dewasa, kondisi stenosis spinal yang diderita bisa bertambah parah. Selain itu, anak-anak dan orang dewasa penderita achondroplasia dapat mengalami infeksi telinga berkala dan kondisi obesitas.

Penyebab Achondroplasia

Di dalam tubuh manusia terdapat gen yang disebut FGFR3. Gen ini berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Mutasi pada gen ini menyebabkan terganggunya perubahan tulang rawan menjadi tulang. Pertumbuhan tulang yang terganggu menjadikan penderita kondisi ini menjadi kerdil.

Diagnosis Achondroplasia

Satu-satunya cara untuk memastikan seseorang terkena achondroplasia adalah melalui tes genetik untuk mengetahui adanya kecacatan pada gen FGFR3. Meski begitu, tes ini tidak serta merta dilakukan oleh dokter tanpa menaruh kecurigaan. Pada anak-anak atau orang dewasa, kecurigaan dokter bisa didasari kepada perawakan tubuh kerdil yang terlihat. Dan analisis gen biasanya dilakukan lewat sampel darah.



Sedangkan saat kehamilan, kecurigaan bisa didasari kepada bentuk kepala besar yang terlihat dari hasil USG. Analisis gen biasanya dilakukan melalui pengambilan sampel cairan amniotik di dalam rahim.

Pengobatan Achondroplasia

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat atau metode pengobatan apa pun yang bisa menyembuhkan achondroplasia. Penanganan hanya ditujukan untuk meringankan komplikasi yang muncul pada penderita kelainan ini, seperti penerapan prosedur operasi untuk menangani spinal stenosis dan pemberian antibiotik untuk meredakan infeksi telinga.

Senin, 29 Februari 2016

Pengertian Panu

Penyakit panu atau pityriasis versicolor (kadang-kadang disebut tinea vesicolor) merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan munculnya bercak-bercak kecil pada kulit. Warna bercak tersebut bisa lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit asli, bahkan ada juga yang berwarna merah atau merah muda.

Seiring waktu, bercak-bercak tersebut bisa makin banyak atau bahkan melebar. Selain menyebabkan kulit tampak berubah warna, panu juga dapat menyebabkan kulit penderitanya menjadi kasar atau terasa bersisik.

Bagian tubuh yang paling sering terkena panu adalah punggung, lengan, perut, dada, dan leher. Panu memang tidak berbahaya. Namun  panu bisa mengganggu penampilan dan menyebabkan ketidaknyamanan dengan gejala gatalnya. Anda bisa mengobati panu dengan menggunakan obat-obatan anti-panu yang dijual bebas di apotik tanpa resep dokter. Tapi kunjungilah dokter jika kondisi panu telah menyebar dengan parah untuk kemudian ditangani lebih lanjut.

Pengertian Trigliserida

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak utama yang mengalir di dalam darah manusia. Selain trigliserida, terdapat juga ‘kolesterol baik’ (HDL) dan ‘kolesterol jahat’ (LDL).

Jika terlalu banyak, trigliserida akan menumpuk pada bagian-bagian tubuh seperti dinding pembuluh darah dan hati. Lemak jenuh dan tidak jenuh termasuk dalam kelompok trigliserida. Trigliserida sangat penting bagi manusia karena tubuh memanfaatkan lemak ini sebagai energi. Trigliserida dihasilkan tubuh dari sumber energi lainnya, yaitu karbohidrat dan dari pencernaan lemak yang terdapat dalam makanan. Tapi kadar trigliserida yang tinggi akan meningkatkan risiko Anda terserang penyakit seperti angina atau angin duduk, serangan jantung dan stroke.


Tidak ada gejala pasti yang muncul akibat tingginya kadar trigliserida dalam tubuh, tapi jika tingginya kadar  trigliserida yang terjadi merupakan penyakit turunan, terdapat kemungkinan akan muncul kondisi yang disebut sebagai xanthoma. Xanthoma adalah benjolan akibat timbunan lemak di bawah kulit.

Kadar Trigliserida dalam Tubuh
Mudah sekali untuk menentukan kadar trigliserida tubuh, yaitu dengan tes darah. Berikut ini penjelasan umum tentang kadar trigliserida di dalam tubuh:

Kadar sangat tinggi: di atas 500 mg/dl
Kadar tinggi: 200-499 mg/dl
Kadar cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Kadar normal: di bawah 150 miligram per desiliter (mg/dl)
Penyebab Kadar Trigliserida Tinggi
Obesitas dan diabetes yang tidak dikendalikan menjadi penyebab paling umum terjadinya kadar trigliserida yang tinggi. Kadar trigliserida tinggi terjadi ketika seseorang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat atau kadar gula yang tinggi. Risiko terkena penyakit jantung akan meningkat seiring dengan tingginya kadar trigliserida seseorang.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lain dari kadar trigliserida yang tinggi:

Hipotiroidisme. Kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid.
Penyakit ginjal. Ginjal kehilangan fungsi dalam menyeimbangkan kandungan garam dan mineral dalam darah, membuang sampah tubuh dan cairan berlebihan, dan tidak bisa mengatur tekanan darah.
Banyak mengonsumsi minuman keras. Konsumsi minuman yang mengandung alkohol bisa meningkatkan kadar trigliserida dengan cepat. Kondisi ini juga akan memicu terjadinya peradangan pada pankreas.
Kadar trigliserida tinggi juga bisa dipicu oleh beberapa obat-obatan, yaitu:

Steroid
Beta-blockers
Tamoxifen
Diuretik
Pil KB
Kadar trigliserida yang tinggi biasanya berkaitan dengan kondisi medis lainnya. Kondisi ini jarang sekali muncul dengan sendirinya. Kadar trigliserida tinggi merupakan bagian dari sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kelompok masalah kesehatan yang terdiri dari kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol “baik” atau HDL yang rendah, hipertensi, gula darah tinggi dan penumpukan lemak di sekitar pinggul. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung, stroke dan diabetes.

Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol
Di dalam darah terdapat dua jenis lemak berbeda, yaitu trigliserida dan kolesterol. Yang berfungsi untuk menyimpan kalori dan menyediakan energi untuk tubuh adalah trigliserida. Sedangkan kolesterol berfungsi membangun sel-sel dan hormon tertentu. Keduanya tidak bisa larut dalam darah dan protein membantu kedua jenis lemak ini untuk mengalir ke seluruh bagian tubuh.

Jika Anda memiliki kadar trigliserida tinggi, kemungkinan besar Anda juga mengalami kolesterol tinggi. Untuk mengetahui apakah kita memiliki kadar trigliserida yang tinggi, kita bisa melakukan tes darah yang disebut dengan analisis lipoprotein. Tes darah ini berfungsi mengetahui jumlah keseluruhan unsur lemak di dalam darah.

Pengobatan Trigliserida yang Tinggi
Kadar trigliserida dalam tubuh bisa diturunkan tanpa menggunakan obat-obatan khusus. Beberapa perubahan pada gaya hidup seseorang bisa menjadi faktor penting dalam menurunkan kadar trigliserida yang tinggi. Berikut ini cara-cara sederhana yang bisa dilakukan:

Mengendalikan berat badan. Jika berat badan Anda melebihi berat badan ideal atau bahkan sudah mengalami obesitas, menurunkan berat sekitar 2-5 kilogram bisa menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan juga berstamina, Anda perlu disiplin dalam menjalankan olahraga setidaknya 2.5 jam per minggu.
Mengonsumsi lemak sehat. Ganti lemak jenuh pada daging dengan lemak tidak jenuh dari tanaman, misalnya pada minyak zaitun, minyak kacang dan dari minyak canola.
Hindari lemak trans. Lemak trans bisa ditemukan pada makanan yang digoreng atau pada produk makanan panggang seperti kue kering, biskuit dan camilan. Jika kandungan lemak trans kurang dari 0,5 gram, ada kemungkinan produsen tidak mencantumkan pada kemasan. Produsen makanan tersebut bisa mengatakan bahwa makanan mereka mengandung minyak hidrogenasi.
Menurunkan asupan kalori. Anda perlu mengingat bahwa kalori yang berlebihan akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Secara tidak langsung, menurunkan asupan kalori juga berarti menurunkan kadar trigliserida.
Membatasi tingkat kolesterol dalam makanan. Hindari sumber kolesterol konsentrat termasuk daging dengan banyak lemak, kuning telur, dan produk olahan susu murni.
Batasi konsumsi gula dan makanan olahan. Gula dan makanan yang terbuat dari tepung adalah jenis karbohidrat yang bisa meningkatkan kadar trigliserida.
Batasi konsumsi minuman keras. Kandungan kalori yang tinggi pada minuman keras bisa berakibat pada peningkatan trigliserida. Kadar trigliserida bisa meningkat meski kita hanya mengonsumsi sedikit minuman keras.
Berhenti merokok. Berhenti merokok bisa memperbaiki kadar kolesterol “baik”. Dalam setahun setelah berhenti merokok, risiko terkena penyakit jantung dapat dikurangi sekitar 50%. Dan dalam 15 tahun, risiko penyakit jantung sama dengan orang yang tidak merokok.
Berolahraga. Aktivitas olahraga secara rutin bisa membantu Anda mengendalikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jika tingkat trigliserida masih tetap tinggi setelah melakukan perubahan gaya hidup, mungkin Anda perlu menambahkan konsumsi obat-obatan juga. Dosis dan kandungan obat yang diberikan dokter tergantung kepada kadar trigliserida, tingkat kolesterol, dan faktor risiko lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Obat-obatan yang digunakan biasanya dikonsentrasikan untuk menurunkan kolesterol jahat yang secara tidak langsung bisa menurunkan kadar trigliserida. Berikut ini obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan kolesterol tinggi:

Fibrate. Obat ini berfungsi menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol “baik”atau HDL. Dampaknya terhadap ‘kolesterol jahat’ atau LDL tidak terlalu banyak.
Niacin atau nicotinic acid. Nicotinic acid bisa mengurangi produksi trigliserida dan LDL. Akhirnya menyebabkan meningkatnya ‘kolesterol baik’ dan menurunkan trigliserida.
Statins. Obat ini akan menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolesterol. Akibatnya, kadar ‘kolesterol jahat’ akan menurun.
Asam lemak omega-3 (minyak ikan). Suplemen minyak ikan dapat menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh wanita. Makan setidaknya ikan dua porsi tiap minggu untuk mendapatkan asam lemak omega-3 yang cukup. Suplemen minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 juga tersedia dan umumnya dapat dibeli secara bebas.
Jika obat-obat di atas tidak efektif dalam menurunkan kadar trigliserida, dokter mungkin perlu mengubah dosis atau menambahkan obat baru. Pastikan untuk selalu mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat-obatan di atas. Jika Anda mengonsumsi statins, maka berhati-hatilah jika Anda juga mengonsumsi obat jenis fibrate. Gabungan kedua obat ini bisa mengakibatkan masalah pada otot yang disebut rabdomiolisis, yang dapat berujung pada gagal ginjal. Jika Anda merasakan masalah atau sakit pada bagian otot, segera temui dokter.

Pengertian Tumor Otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam atau di sekitar otak secara tidak wajar dan tidak terkendali, tapi tumor ini tidak selalu berubah menjadi kanker atau ganas.

Ada bermacam-macam jenis tumor otak yang dibedakan ke dalam dua kelompok berdasarkan perkembangannya, yaitu tumor jinak yang tidak bersifat kanker dan tumor ganas yang menyebabkan kanker. Tumor yang dimulai dari otak dikenal dengan istilah tumor otak primer, sedangkan kanker yang dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar hingga ke otak disebut dengan tumor otak sekunder atau metastatik.


Tingkatan tumor otak terbagi dari tingkat 1 hingga tingkat 4. Pengelompokan ini didasari oleh perilaku tumor itu sendiri, seperti kecepatan pertumbuhan dan cara penyebarannya. Tumor otak yang tergolong jinak dan tidak berpotensi ganas berada pada tingkat 1 dan 2. Sedangkan pada tingkat 3 dan 4, biasanya sudah berpotensi menjadi kanker dan sering disebut sebagai tumor otak ganas atau kanker otak.

Berikut ini adalah berbagai jenis tumor otak jinak menurut lokasi pertumbuhan sel otak tersebut, yaitu:

Glioma. Tumor yang berada pada jaringan glia (jaringan yang mengikat sel saraf dan serat) dan saraf tulang belakang. Kebanyakan tumor otak yang terjadi adalah jenis glioma.
Meningioma. Tumor ini terjadi pada selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Sebagian besar dari tumor ini tidak bersifat kanker.
Hemangioma. Tumor yang terjadi pada pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lumpuh sebagian dan kejang-kejang.
Neuroma akustik. Tumor yang tumbuh pada saraf akustik yang membantu mengendalikan keseimbangan dan pendengaran.
Adenoma pituitary. Tumor pada kelenjar pituitary (kelenjar kecil yang terletak di bawah otak). Kebanyakan dari tumor ini adalah jenis tumor jinak dan bisa memengaruhi hormon pituitary dengan efek ke seluruh tubuh.
Craniopharyngioma. Tumor yang cenderung terjadi pada anak-anak, remaja, dan pemuda, berada di dekat dasar otak.
Medulloblastoma. Ini adalah jenis tumor bersifat kanker paling umum pada anak-anak. Tumor dimulai dari bagian belakang bawang dari otak dan cenderung menyebar hingga cairan saraf tulang belakang. Meski jarang terjadi pada orang dewasa, tapi kondisi ini bisa muncul.
PNETs (primitive neuroectodermal tumors). Jenis tumor langka yang bersifat kanker dan dimulai sel janin di otak. Tumor jenis ini bisa muncul di bagian otak mana saja.
Tumor germ cell. Tumor jenis ini biasanya berkembang saat masa kanak-kanak ketika testikel atau ovarium mulai terbentuk. Tapi tumor jenis ini bisa berpindah ke bagian tubuh lain seperti ke otak.
Selain jenis-jenis tumor di atas, terdapat juga tumor yang terdiri dari gabungan beberapa jenis tumor, atau gabungan tumor dengan berbeda tingkatan. Penanganan yang dilakukan sangat bergantung pada keganasan tumor, lokasi tumor berada, dan juga kondisi kesehatan Anda.

Laman ini khusus membahas tentang tumor otak (jinak) stadium 1 dan 2. Silakan membaca kanker otak untuk tahu lebih banyak tentang tumor otak ganas.

Gejala Tumor Otak
Gejala tumor otak sangat berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Gejala yang muncul dipengaruhi oleh ukuran, kecepatan pertumbuhan, dan lokasi tumor. Tumor yang tumbuh secara perlahan-lahan mungkin awalnya tidak menimbulkan gejala apa pun. Setelah beberapa lama, tumor akan memberi tekanan pada otak yang menyebabkan munculnya gejala seperti kejang-kejang dan sakit kepala. Tumor otak yang berada pada lokasi tertentu dapat mengganggu sistem kerja otak untuk berfungsi dengan benar.

Penyebab Tumor Otak
Hingga kini penyebab utama dari kebanyakan tumor otak jinak masih belum diketahui. Faktor keturunan tertentu dan juga efek samping prosedur radioterapi bisa meningkatkan risiko Anda mengalami tumor otak. Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena tumor otak.

Pengobatan Tumor Otak
Diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mempermudah penanganan pada tumor otak. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menjadi bertambah serius. Tumor otak biasanya tidak menyebar dan hanya diam di satu tempat saja, tapi tumor otak bisa memberikan tekanan dan merusak area di sekitarnya. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor itu berada.

Prosedur operasi pengangkatan tumor yang dilakukan pada tumor otak jinak pada umumnya berhasil ditangani dan tumor tidak muncul kembali. Sebagai hasilnya, kondisi ini tidak menyebabkan masalah berlanjut di kemudian hari.

Sedangkan pada tumor otak glioma stadium 2, sering kali tumor tumbuh kembali setelah menjalani pengobatan. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi berubah menjadi tumor otak ganas dengan penyebaran dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Untuk membantu proses pemulihan, dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi. Anda bisa membicarakan mengenai dampak emosional dari diagnosis dan pengobatan tumor dengan melakukan konseling.

Pengertian Bisul

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yaitu lubang tempat rambut tumbuh.

Bagian tubuh yang paling sering diserang bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha. Ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul juga bisa tumbuh pada kelopak mata, kondisi inilah yang biasanya kita kenal dengan istilah bintitan.
Gejala-gejala Bisul
Gejala utama pada bisul adalah munculnya benjolan merah pada kulit. Pada tahap awal, ukuran bisul biasanya kecil dan kemudian disertai dengan:

Kulit di sekitar benjolan memerah, bengkak, dan terasa hangat jika disentuh. Ini mengindikasikan bahwa infeksi telah menyebar ke kulit sekelilingnya.
Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.
Terbentuk titik putih di bagian puncak benjolan.
Kondisi ini jarang yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter, karena bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Meski demikian, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami bisul yang:

Menyebabkan demam.
Terus membesar (diameter di atas 5 cm) dan terasa sangat sakit.
Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.
Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.
Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
Sering kambuh.
Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang menganggu sistem imun dan muncul bisul.
Penyebab dan Komplikasi Bisul
Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat ditemukan pada kulit dan di dalam hidung manusia tanpa memicu infeksi apa pun. Infeksi terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel melalui luka gores atau gigitan serangga.

Bakteri dari bisul atau karbunkel terkadang bisa menyebar ke bagian lain tubuh. Bila menyebar di lapisan kulit akan timbul selulitis, impetigo (luka melepuh), bahkan dapat menyebar ke tulang (osteomielitis). Penyebaran ini akan memicu terjadinya sepsis yang berpotensi menyebabkan infeksi pada organ-organ tubuh, misalnya jantung. Selain itu, bisul juga umumnya dapat meninggalkan bekas luka.

Faktor Risiko Bisul
Bisul bisa terjadi pada siapa saja dan ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini akan meningkat jika Anda sering berhubungan langsung dengan pengidap, misalnya karena tinggal serumah.

Usia dan jenis kelamin. Bisul lebih sering menyerang remaja, terutama yang berjenis kelamin laki-laki.
Kebersihan yang tidak terjaga, pribadi maupun lingkungan.
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya karena mengidap HIV, menjalani kemoterapi, atau mengidap diabetes.
Mengalami masalah kulit, misalnya sering berjerawat.
Pengobatan Bisul
Bisul umumnya bisa disembuhkan dengan langkah simpel di rumah dan jarang memerlukan penanganan medis oleh dokter. Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mempercepat penyembuhan adalah:

Mengompres bisul dengan air hangat. Lakukanlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.
Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk membubuhkan obat oles dan membungkus bisul yang pecah dengan kain kasa steril.
Gantilah perban sesering mungkin (dua hingga tiga kali sehari).
Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.
Pastikan Anda tidak memecahkan bisul dengan paksa. Proses ini bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri sehingga berpotensi memicu komplikasi. Kita dianjurkan menunggu hingga bisul tersebut pecah sendiri.

Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau analgesik untuk mengurangi nyeri. Contohnya, paracetamol atau ibuprofen.

Untuk mengatasi bisul berukuran besar atau karbunkel, bantuan dokter umumnya dibutuhkan. Dokter biasanya akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Obat antibiotik juga mungkin akan diresepkan bagi Anda untuk menangani bisul:

Dengan infeksi yang parah.
Yang kambuh.
Disertai demam.
Disertai komplikasi.
Durasi penggunaan antibiotik pun harus benar-benar sesuai dengan resep dokter meski bisul sudah sembuh. Ini dilakukan agar bakteri pemicu infeksi benar-benar musnah.a

Kamis, 25 Februari 2016

Pengertian Pterygium

Pterygium adalah kondisi mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput yang menutupi bagian putih pada bola mata. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus.

Penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi jika terus tumbuh dan tidak ditangani, pterygium bisa menyebar sampai ke kornea mata sehingga mengganggu penglihatan penderitanya.


Gejala-gejala Pterygium
Pada umumnya, pterygium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada bagian putih mata. Meski demikian, kondisi ini tetap mungkin disertai oleh gejala-gejala lain yang meliputi:

Mata merah. Iritasi, gatal, atau perih pada mata.
Mata terasa mengganjal.
Pandangan samar/kabur.
Periksakan mata Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Pemeriksaan dan penanganan secara dini akan menjauhkan Anda dari kemungkinan adanya komplikasi.

Penyebab dan Diagnosis Pterygium
Penyebab di balik pterygium belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini lebih banyak terjadi pada mereka yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Pajanan sinar matahari, debu, asap, serta angin diduga berpotensi meningkatkan risiko pterygium. Mata yang kering juga diduga bisa menjadi faktor pemicu.

Pterygium bisa dideteksi oleh dokter melalui gejala utamanya, yaitu pertumbuhan seperti selaput pada bola mata. Anda juga akan menjalani pemeriksaan mata dengan lebih saksama untuk memastikan kondisi mata Anda. Jika dibutuhkan, dokter akan menganjurkan tes-tes untuk mengukur kemampuan penglihatan serta memeriksa perubahan lengkungan pada kornea Anda.

Pengobatan dan Pencegahan Pterygium
Setelah pemeriksaan selesai, dokter akan mengetahui tingkat keparahan pterygium yang ada. Kondisi ini umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus jika tergolong ringan dan tidak mengganggu penglihatan atau kenyamanan mata Anda. Meski demikian, Anda tetap disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata secara berkala guna memantau perkembangannya.

Berbeda jika pterygium terbukti menghalangi kemampuan melihat atau mengganggu kenyamanan Anda. Dalam hal ini, dokter akan menyarankan beberapa langkah penanganan yang meliputi obat-obatan dari dokter dan operasi.

Penggunaan obat-obatan, misalnya obat tetes mata yang mengandung steroid dan lubrikasi, dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya inflamasi atau meringankan gejala Namun, terkadang obat saja tidak cukup sehingga operasi pengangkatan pertumbuhan pterygium umumnya dianjurkan. Karena berpotensi menyebabkan komplikasi, prosedur operasi hanya dianjurkan jika:

Penanganan lain terbukti tidak efektif.
Kemampuan penglihatan pasien terancam mengalami penurunan.
Begitu operasi selesai, ada beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk menurunkan risiko komplikasi sekaligus mencegah pterygium yang kembali tumbuh. Pemantauan kondisi mata pasien juga akan dilakukan selama sekitar satu tahun.

Selain penanganan medis, Anda dapat menghindari pajanan dari lingkungan di sekitar, seperti sinar matahari, asap, atau debu yang dapat memicu pterygium. Misalnya, dengan mengenakan kacamata hitam atau topi saat bepergian. Langkah ini juga berguna untuk mencegah pterygium terjadi atau kembali.

Pengertian Achondroplasia

Achondroplasia merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan dwarfisme atau tubuh kerdil dan termasuk kelompok gangguan pertumbuhan tulang. Penderita achondroplasia mempunyai lengan dan tungkai yang pendek. Selain achondroplasia, penyebab dwarfisme lainnya antara lain gangguan hormon pertumbuhan dan sindrom turner.

Dari seluruh kasus achondroplasia, 80 persen di antaranya tidak terjadi akibat keturunan, melainkan mutasi genetik secara spontan. Sedangkan 20 persen di antaranya diwariskan dari orang tua yang juga mengalami kondisi ini.

Penderita achondroplasia dewasa jarang yang mencapai tinggi 152 cm. Rata-rata tinggi mereka adalah sekitar 124-132 cm.

Ketika baru lahir, bayi achondroplasia bisa dikenali dari gejala fisik, berupa perawakan tubuh, kaki, lengan, dan jari-jari yang tampak pendek. Kepala mereka juga terlihat lebih besar dibandingkan badan, serta dahi terlihat menonjol tidak normal. Setelah memasuki usia kanak-kanak dan dewasa, fisik penderita achondroplasia akan tampak makin jelas. Selain bertubuh kerdil, tulang punggung dan kaki penderita tampak melengkung. Mereka juga kesulitan untuk menekuk siku sepenuhnya.

Bukan saja masalah fisik, beberapa gangguan kesehatan juga sangat berisiko dialami penderita achondroplasia. Ketika bayi, kemampuan berjalan dan beberapa ketrampilan motorik mereka cenderung lebih lambat. Ini disebabkan oleh penurunan tonus otot. Selain itu, bayi achondroplasia juga berisiko terkena stenosis spinal (tertekannya sumsum tulang belakang yang berisi saraf akibat penyempitan kanal tulang belakang), hidrosefalus, serta gangguan pernapasan apnea. Ketika bertambah dewasa, kondisi stenosis spinal yang diderita bisa bertambah parah. Selain itu, anak-anak dan orang dewasa penderita achondroplasia dapat mengalami infeksi telinga berkala dan kondisi obesitas.

Penyebab Achondroplasia
Di dalam tubuh manusia terdapat gen yang disebut FGFR3. Gen ini berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Mutasi pada gen ini menyebabkan terganggunya perubahan tulang rawan menjadi tulang. Pertumbuhan tulang yang terganggu menjadikan penderita kondisi ini menjadi kerdil.

Diagnosis Achondroplasia
Satu-satunya cara untuk memastikan seseorang terkena achondroplasia adalah melalui tes genetik untuk mengetahui adanya kecacatan pada gen FGFR3. Meski begitu, tes ini tidak serta merta dilakukan oleh dokter tanpa menaruh kecurigaan. Pada anak-anak atau orang dewasa, kecurigaan dokter bisa didasari kepada perawakan tubuh kerdil yang terlihat. Dan analisis gen biasanya dilakukan lewat sampel darah.

Sedangkan saat kehamilan, kecurigaan bisa didasari kepada bentuk kepala besar yang terlihat dari hasil USG. Analisis gen biasanya dilakukan melalui pengambilan sampel cairan amniotik di dalam rahim.

Pengobatan Achondroplasia
Sayangnya hingga saat ini belum ada obat atau metode pengobatan apa pun yang bisa menyembuhkan achondroplasia. Penanganan hanya ditujukan untuk meringankan komplikasi yang muncul pada penderita kelainan ini, seperti penerapan prosedur operasi untuk menangani spinal stenosis dan pemberian antibiotik untuk meredakan infeksi telinga.

Pengertian Varikokel

Varikokel mirip seperti penyakit varises pada kaki, namun pada varikokel, pembengkakan pembuluh vena terjadi di dalam kantong zakar atau skrotum. Pembengkakan ini akan berkembang secara bertahap menjadi sebuah benjolan lunak. Ukuran benjolan varikokel bermacam-macam, ada yang bisa dilihat secara kasat mata dan ada juga yang baru diketahui setelah diraba.

Kasus varikokel lebih banyak terjadi selama masa pubertas, yaitu pada usia 15 hingga 25 tahun. Penyakit ini  berpotensi menyebabkan kemandulan karena penyakit ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma pria yang menderitanya.


Gejala Varikokel
Varikokel umumnya tidak menimbulkan gejala. Meski begitu, beberapa penderita ada yang merasakan ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit pada bagian kantong zakarnya. Gejala sakit ini biasanya meningkat saat penderita berdiri atau melakukan aktivitas fisik terlalu lama, dan mereda saat penderita berbaring.

Selain rasa sakit, pembesaran pembuluh vena juga bisa meningkat seiring waktu. Pembengkakan ini kebanyakan terjadi pada sisi kiri kantong zakar dan jarang terjadi pada sisi kanan kantong tersebut. Hal ini dikarenakan rute pembuluh vena di sisi kiri berbeda dengan yang di kanan.

Temuilah dokter jika Anda melihat adanya pembengkakan dan benjolan pada kantong zakar atau skrotum Anda, merasakan sakit pada bagian tersebut, dan menyadari adanya perbedaan ukuran antara testis kanan dan kiri. Jika gejala dibiarkan dan tidak diobati, varikokel dikhawatirkan berpotensi menyebabkan komplikasi seperti:

Penyusutan testis. Katup pembuluh vena yang rusak dapat menyebabkan darah berkumpul dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah tersebut. Tekanan dan toksin yang dikandung darah inilah yang diduga dapat merusak dan menyusutkan testis.
Kemandulan. Suhu yang terus-menerus terlalu tinggi di sekitar testis akibat varikokel dapat memengaruhi pembentukan, kuantitas, pergerakan, serta kualitas sperma.
Penyebab Varikokel
Di dalam pembuluh vena terdapat katup-katup pembuluh yang berfungsi sebagai pintu satu arah. Ketika darah akan mengalir menuju jantung, katup akan terbuka agar darah dapat mengalir secara lancar ke organ tersebut. Begitu pula sebaliknya, katup akan menutup jika aliran darah berjalan lambat guna mencegah terjadinya aliran balik akibat gravitasi.

Jika katup tidak berfungsi dengan baik, maka darah akan mengalir balik dan mengendap di dalam pembuluh vena yang lama-kelamaan dapat menyebabkan pembengkakan.

Diagnosis Varikokel
Tergantung besarnya pembengkakan, diagnosis varikokel bisa dilakukan langsung melalui pemeriksaan fisik biasa atau melalui tes.

Jika pembengkakan cukup besar, kemungkinan dokter dapat dengan mudah merasakan benjolan lunak di atas testis. Jika pembengkakan lebih kecil, dokter dapat menggunakan teknik khusus dengan menyuruh pasien berdiri, menghirup napas dalam-dalam, lalu menahannya. Melalui teknik seperti ini dokter kemungkinan dapat merasakan adanya pembengkakan pada pembuluh vena.

Apabila melalui pemeriksaan fisik tidak dapat dipastikan, maka tes akan dilakukan. Salah satunya adalah USG atau tes ultrasound. Pada kasus varikokel, USG dilakukan untuk menghasilkan citra atau gambar struktur pembuluh vena secara terperinci. Melalui tes ini, tiap hal yang diduga berkaitan dengan gejala varikokel dapat diketahui, termasuk kondisi lainnya, seperti tumor.

Pengobatan Varikokel
Sebagian besar kasus varikokel tidak menyebabkan gejala. Jika ada gejala, tidak akan berkepanjangan. Oleh karena itu pengobatan biasanya tidak diperlukan.

Namun jika varikokel menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit, penyusutan testis, atau gangguan kesuburan, maka tindakan penanganan harus dilakukan. Tindakan penanganan ini bisa berupa mengonsumsi parasetamol sebagai pereda rasa sakit, atau menjalani prosedur operasi.

Berikut ini adalah jenis-jenis operasi yang bisa dilakukan untuk menangani varikokel:

Embolisasi. Embolisasi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang berukuran mikro dengan disertai perangkat X-ray ke pembuluh vena untuk mencari bagian yang rusak atau mengalami pembengkakan. Setelah varikokel ditemukan dan terlihat di monitor, cairan khusus akan disalurkan ke pembuluh yang rusak melalui selang. Cairan khusus ini berfungsi untuk menghalangi darah masuk ke pembuluh vena yang rusak dan mengalir lewat pembuluh vena yang sehat. Efek samping setelah menjalani embolisasi bisa berupa pembengkakan atau memar selama beberapa hari pada titik dimasukkannya selang dan risiko kecil untuk terkena infeksi. Infeksi tersebut biasanya dapat ditangani dengan antibiotik. Mereka yang telah menjalani prosedur ini tetap berpotensi terkena varikokel di kemudian hari.
Operasi terbuka. Pada prosedur ini, pembuluh vena yang rusak diperbaiki atau diangkat dengan pembedahan pada bagian bawah selangkangan atau perut. Pasien yang menjalani operasi terbuka harus dibius secara total. Efek samping setelah menjalani operasi terbuka adalah rasa sakit ringan yang berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Namun pasien tidak perlu khawatir karena rasa sakit ini bisa diatasi dengan obat-obatan pereda nyeri, seperti ibuprofen atau parasetamol.

Pengertian Virus Zika

Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.


Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015.

Penyebab Virus Zika
Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah.

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika
Selain gejala umum yang telah disebutkan, gejala lain virus Zika yang ditemukan adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan lelah. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.

Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, namun kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terpapar virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Walaupun jarang, dapat terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan kematian.

Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Diagnosis Virus Zika
Melihat dari gejala yang menyerupai banyak penyakit lain, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang memiliki kasus infeksi virus Zika dapat membantu mempersempit diagnosis. Dokter mungkin akan menanyakan area, waktu, dan aktivitas saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

Dokter dapat melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selain melalui pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari setelah gejala muncul, urine dan air liur juga dapat menjadi bahan uji pada hari ketiga hingga hari kelima.

Pengobatan Virus Zika
Pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat dihilangkan.

Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan Virus Zika
Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:

Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
Gunakan baju dan celana berlengan panjang
Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.

Sabtu, 30 Januari 2016

Kolesterol

Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah.Merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.

Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron. Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis.

Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah.

dapat dibuat secara sintetik. Kolesterol sintetik saat ini mulai diterapkan dalam teknologi layar lebar (billboard) sebagai alternatif LCD.

Tingginya kadar kolestrol dalam tubuh menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Pola makan sehat merupakan faktor utama untuk mengghindari hal ini. Akan tetapi, tidak semua kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. Hanya kolestrol yang termasuk kategori LDL saja yang berakibat buruk sedangkan jenis kolestrol HDL merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat dalam tubuh. Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160–200 mg.

Jumat, 15 Mei 2015

Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa merupakan suatu masalah kesehatan di mana pengidapnya terobsesi untuk memiliki tubuh kurus dan sangat takut jika diri mereka terlihat gemuk. Saking takutnya, tubuh mereka bahkan selalu dianggap masih kurang kurus atau masih gemuk meski kenyataannya tidak seperti itu.

http://duniamayadokter.blogspot.com/

Usia enam belas hingga tujuh belas tahun merupakan usia yang dianggap rawan bagi gangguan ini untuk mulai muncul, dan mayoritas pengidap anoreksia berasal dari kalangan remaja putri dan wanita dewasa.

Untuk membuat tubuh mereka tetap sekurus mungkin, pengidap anoreksia akan berusaha keras membatasi porsi makan seminimal mungkin dan berolahraga secara berlebihan. Beberapa dari mereka bahkan akan berusaha memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi.
Gejala anoreksia nervosa dan masalah psikologis lain yang terkait

Mereka yang mengidap anoreksia dapat dikenali dari gejala berikut ini:
Penurunan berat badan secara signifikan dan tampak sangat kurus.
Selalu memerhatikan bentuk tubuh di depan cermin.
Menimbang tubuh hampir tiap saat.
Sering memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan.
Suka berbohong jika ditanya apakah mereka sudah makan.
Sangat memperhitungkan jumlah kalori, lemak, dan gula pada makanan.
Sering berolahraga secara berlebihan.
Mengalami masalah kesehatan sebagai akibat dari anoreksia itu sendiri, misalnya kelelahan, dehidrasi, tekanan darah rendah, pusing, rambut rontok, dan kulit kering.
Suka minum obat-obatan pencahar dan penekan nafsu makan.
Penyebab anoreksia nervosa

Penyebab anoreksia nervosa secara pasti masih belum jelas. Sebagian besar spesialis percaya bahwa gangguan tersebut berasal dari gabungan sejumlah faktor, seperti faktor psikologis, lingkungan, serta genetika atau biologis.
Diagnosis anoreksia nervosa

Dalam mendiagnosis anoreksia nervosa, biasanya dokter akan bertanya mengenai berat badan dan pola makan pasien untuk menentukan apakah dia mengalami gangguan makan. Penting bagi pasien untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur. Dokter tidak bermaksud menghakimi pasien, tapi hanya ingin menentukan kondisinya secara tepat.
Dukung pengidap anoreksia untuk mau mendapatkan pertolongan

Jika Anda memiliki keluarga atau teman yang mengidap anoreksia, lakukanlah pendekatan secara halus lalu membujuk agar mereka mau mendapatkan pertolongan medis. Membujuk pengidap anoreksia agar mau berobat tidaklah mudah. Biasanya mereka akan menganggap bahwa apa yang telah mereka lakukan merupakan hal yang benar dan akan menolak mengakui bahwa diri mereka sebenarnya bermasalah.

Karena itulah kesabaran serta dukungan secara terus-menerus berperan sangat penting bagi kesembuhan penderita anoreksia. Jangan pernah mengkritik atau membuat mereka merasa tertekan karena hal tersebut hanya akan memperburuk situasi. Sampaikanlah bahwa bujukan dan dukungan Anda tersebut semata-mata karena mengkhawatirkan kesehatan mereka.
Sekilas mengenai pengobatan anoreksia

Sebagian besar kasus anoreksia ditangani dengan rawat jalan dan segelintir kasus lainnya, misalnya kasus pengidap anoreksia parah, ditangani dengan perawatan rumah sakit. Selain untuk menyadarkan pengidap bahwa pola hidup yang mereka jalani tersebut adalah salah, penanganan ini bertujuan agar mereka dapat memperoleh berat badan ideal kembali secara aman.

Hal-hal yang mencakup penanganan anoreksia meliputi terapi psikologi dan saran-saran yang berkaitan dengan makanan dan nutrisi. Agar pengobatan dapat dilakukan dengan tepat, dokter harus menyesuaikan dengan keadaan fisik, psikologi, dan juga keadaan sosial si pengidap anoreksia. Pengobatan anoreksia tidak dapat dilakukan secara instan. Untuk pulih sepenuhnya, bisa membutuhkan waktu beberapa tahun.
Komplikasi yang mungkin terjadi

Anoreksia bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya yang cukup serius jika tidak berhasil diobati dalam jangka waktu yang lama. Beberapa komplikasi anoreksia nervosa adalah:
Denyut jantung tidak teratur
Gagal jantung
Menstruasi tidak lancar
Anemia
Gagal ginjal
Kemandulan
Osteoporosis
Konstipasi
Kematian akibat kurang gizi atau bunuh diri

Ebola

Ebola menjadi pusat perhatian dunia karena epidemi yang akhir-akhir ini terjadi. Wabah kali ini tercatat sebagai yang paling tinggi sepanjang sejarah oleh WHO. Hingga saat ini, belum ada kasus Ebola yang ditemukan di Indonesia. Tetapi kewaspadaan harus tetap kita tingkatkan agar dapat terhindar dari penyakit mematikan ini.

http://duniamayadokter.blogspot.com/

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat berakibat fatal jika segera tidak ditangani. Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Kongo. Para pakar menduga bahwa virus Ebola sudah hidup dalam tubuh kelelawar pemakan buah atau codot. Virus tersebut kemudian menyebar ke hewan lain dan kemungkinan menjangkiti manusia melalui darah saat mereka membersihkan darah hewan buruan yang sudah terkontaminasi.
Penyebaran Virus Ebola

Ebola adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita seperti urin, tinja, air liur, serta air mani. Dalam hal ini, ‘kontak langsung’ berarti darah atau cairan tubuh lain seperti air liur atau ingus penderita yang langsung menyentuh hidung, mata, mulut, atau luka seseorang yang terbuka.

Kelompok orang yang berisiko tinggi tertular virus ini umumnya adalah keluarga yang tinggal serumah dengan penderita atau orang yang merawat penderita seperti petugas medis. Jika ada anggota keluarga Anda yang diduga menderita Ebola, Anda sebaiknya tidak merawatnya sendiri di rumah dan segera membawanya ke rumah sakit. Selama dirawat, penderita Ebola akan menjalani pemantauan secara ketat dan pemeriksaan laboratorium secara rutin karena mereka tetap dapat menularkan penyakit ini selama darah dan cairan tubuhnya masih mengandung virus.

Lingkungan sekitar yang terkontaminasi virus Ebola juga berisiko menularkan penyakit ini. Misalnya, pakaian, seprai, dan jarum suntik bekas penderita. Karena itu, petugas medis yang merawat penderita Ebola perlu meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalisasi perlindungan yang digunakan.

Virus Ebola dapat bertahan di luar tubuh, termasuk pada kulit penderita. Oleh sebab itu, tradisi pemakaman yang mengharuskan keluarga atau teman dekat untuk memandikan jenazah juga berpotensi menularkan virus Ebola. Keluarga dan petugas medis disarankan untuk menangani jenazah penderita Ebola dengan perlindungan maksimal. Proses pemakaman sebaiknya diserahkan kepada pihak yang terlatih dalam menangani kasus sejenis ini.

Tidak seperti pada kasus flu atau cacar air ketika air liur yang di udara dapat menularkan virus ke orang lain, cairan tubuh penderita Ebola perlu kontak langsung untuk menular. Tetesan air liur atau ingus penderita Ebola yang tidak sengaja bersin atau batuk hanya dapat menularkan virus jika terkena hidung, mata, mulut, serta luka terbuka seseorang. Oleh karena itu, penularan Ebola melalui batuk atau bersin tidak umum terjadi.

Walau jarang, penularan Ebola juga dapat terjadi di tempat-tempat umum selain di rumah sakit seperti bandara, restoran, sekolah, serta kantor.
Gejala-gejala Ebola

Masa inkubasi, yaitu jarak waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh hingga muncul gejala pertama, penyakit Ebola adalah sekitar 2-21 hari. Tetapi penderita Ebola tidak menularkan virus sebelum menunjukkan gejala. Penularan virus Ebola hanya akan mulai terjadi pada saat gejala muncul. Gejala-gejala awal yang mengindikasikan penyakit ini antara lain:
Serangan demam yang datang secara tiba-tiba.
Sakit kepala.
Merasa sangat lemas.
Nyeri pada otot dan sendi.
Sakit tenggorokan.

Setelah gejala-gejala di atas, akan muncul gejala lanjutan yang meliputi:
Muntah.
Ruam-ruam.
Gangguan fungsi hati dan ginjal.
Pendarahan dalam tubuh yang terkadang juga keluar melalui mulut, hidung, mata, atau telinga.

Virus Ebola dapat menyebar dengan cepat dan sangat mematikan, jadi hindarilah kontak kontak langsung dengan penderita. Jika Anda menduga Anda atau ada anggota keluarga Anda tertular virus Ebola, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan.
Diagnosis dan Pengobatan Ebola

Ebola termasuk penyakit yang sulit terdeteksi karena gejala awalnya yang mirip dengan penyakit lain, seperti meningitis dan malaria. Diagnosis infeksi akibat virus ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menganjurkan pemeriksaan khusus virus Ebola melalui darah dan cairan dari tubuh pasien. Selain tes virus, hasil tes darah juga biasanya menunjukkan jumlah sel darah putih dan trombosit yang rendah, serta peningkatan kadar enzim hati.

Setelah positif didiagnosis menderita Ebola, pasien akan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Penanganan medis yang cepat dan tepat merupakan kunci dalam utama meningkatkan kemungkinan keselamatan penderita.

Belum ditemukan obat untuk memberantas virus Ebola. Tetapi penelitian terus dilanjutkan untuk menemukan vaksin dan obat yang efektif untuk menangani penyakit ini.

Perawatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mendukung kekebalan tubuh pasien dalam melawan virus. Pasien umumnya akan menerima cairan melalui infus untuk mencegah dehidrasi. Selama tubuh memerangi penyakit Ebola, tekanan darah, kadar oksigen dalam darah, serta fungsi organ-organ tubuh pasien harus dipertahankan semaksimal mungkin.
Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Ebola

Penularan awal virus Ebola adalah melalui kontak dengan hewan terinfeksi yang penyebarannya terjadi secara langsung dengan penderita. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan membatasi penyebaran virus tersebut.
Mencari tahu tentang virus Ebola sebanyak-banyaknya.
Jika ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda yang mungkin tertular Ebola, segera bawa mereka untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.
Saat menjenguk penderita di rumah sakit atau berada di sekitar penderita, gunakanlah perlindungan seaman mungkin. Misalnya dengan mengenakan masker, sarung tangan, serta pakaian dan kacamata pelindung.
Selalu mencuci tangan, terutama setelah terjadi kontak langsung dengan kulit pasien. Termasuk juga dengan darah, cairan tubuh, dan benda-benda di sekitar pasien.
Jenazah penderita Ebola harus ditangani dengan perlindungan maksimal dan oleh pihak yang terlatih dalam menangani kasus sejenis ini.
Hindari bepergian ke daerah dengan kasus Ebola yang tinggi seperti Afrika Barat.
Jika Anda berada di daerah yang berisiko menularkan Ebola, hindari kontak dengan hewan-hewan yang berpotensi menularkannya. Misalnya kelelawar pemakan buah atau codot serta monyet.
Memasak daging hewan sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Khusus untuk petugas medis, ada beberapa langkah pencegahan yang sebaiknya diambil untuk meminimalisasi risiko tertular Ebola. Antara lain:
Berhati-hati saat menangani darah, cairan tubuh, kateter, serta saat memasang infus pasien.
Gunakanlah perlindungan secara maksimal, misalnya dengan mengenakan masker, sarung tangan, serta baju dan kacamata pelindung.
Senantiasa mencuci tangan, terutama setelah terjadi kontak langsung dengan kulit pasien. Termasuk darah, cairan tubuh, dan benda-benda di sekitar pasien.
Sterilkan peralatan medis sebelum digunakan kembali.
Buang peralatan medis sekali pakai, misalnya alat suntik, secara hati-hati.
Mengisolasi pasien Ebola atau yang diduga menderita Ebola di ruangan khusus dan membatasi jumlah pengunjung seminimal mungkin.

AUTISME

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. ASD melingkupi sindrom Asperger dan autisme pada masa kanak-kanak.
http://duniamayadokter.blogspot.com/
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu orang penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.
Meski autisme tidak bisa disembuhkan, ada berbagai jenis penanganan dan langkah pengobatan yang bisa membantu para penyandang autisme. Karena itu, penting bagi kita untuk mewaspadai gejalanya sedini mungkin.

Gejala dan Diagnosis Autisme

Gejala autisme biasanya baru terlihat jelas setelah terjadi perubahan signifikan dalam kehidupan seseorang dan umumnya mulai berkembang pada masa kanak-kanak. Gejala-gejalanya cenderung bervariasi pada tiap penyandang, tapi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama.
Kategori pertama adalah gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Gejala ini meliputi gangguan pemahaman dan kepekaan terhadap perasaan orang lain serta penguasaan bahasa yang lamban.
Kategori kedua adalah pola pikir, minat, dan perilaku yang terbatas dan bersifat mengulang. Contoh gerakan repetitif, misalnya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, dan merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.
Penyandang autisme juga cenderung memiliki masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain, misalnya gangguan hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan kecemasan, atau depresi.
Gejala autisme biasanya diketahui pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun. Hubungi dokter jika Anda menyadari adanya gejala autisme atau gangguan perkembangan pada diri Anda maupun anak Anda.

Penyebab Autisme Serta Mitosnya

Ada beberapa faktor genetika dan lingkungan yang diperkirakan dapat menyebabkan kelainan ini, tetapi penyebab autisme yang pasti belum diketahui hingga saat ini. Dalam kasus-kasus tertentu, autisme juga mungkin disebabkan oleh penyakit tertentu.
Vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR) pernah dicurigai sebagai penyebab autisme sehingga banyak orang tua yang enggan memberikannya pada anak mereka. Tetapi setelah melakukan berbagai penelitian ekstensif yang melibatkan jutaan anak, para peneliti sama sekali tidak menemukan bukti yang menghubungkan vaksin MMR dan autisme.

Penyandang Autisme Dewasa dan Permasalahannya

Ada sebagian orang yang tumbuh dewasa tanpa didiagnosis, meski gejalanya sudah muncul sejak mereka masih anak-anak. Proses diagnosis saat dewasa dapat membantu para penyandang autisme serta keluarga untuk memahami gangguan ini dan memutuskan jenis bantuan yang mereka butuhkan.
Sebagian penyandang autisme dewasa mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan karena adanya tuntutan dan perubahan sosial dalam pekerjaan. Pusat layanan khusus autisme bisa membantu mereka untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan kemampuan mereka.
Di Indonesia, khususnya Jakarta, terdapat International Center for Special Care in Education (ICSCE). ICSCE adalah lembaga nirlaba yang memaparkan dan memberikan gambaran tentang pelatihan serta penyediaan lapangan pekerja bagi penyandang autisme.

ANEMIA DEFISIENSI BESI

Anemia terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat dan dapat berfungsi dengan baik. Dalam laman ini, anemia akibat kekurangan zat besi akan dibahas lebih dalam.

Zat besi diperlukan tubuh untuk menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin. Sel darah merah dibutuhkan oleh tubuh untuk menyimpan dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh organ. Selain itu, sel darah merah juga berperan dalam pembuangan karbondioksida dari sel-sel tubuh di paru-paru. Jika tubuh manusia kekurangan sel darah merah, penyebaran oksigen akan terganggu.

http://duniamayadokter.blogspot.com/

Anemia defisiensi besi adalah kondisi kekurangan nutrisi yang umum terjadi pada orang di segala usia, termasuk anak-anak. Sebagian besar kasus anemia terjadi di negara yang masih berkembang termasuk Indonesia. Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling umum.

Anemia Di Indonesia

Indonesia adalah negara dengan tingkat kasus anemia cukup tinggi. Kekurangan zat besi menjadi salah satu masalah nutrisi terbesar di Indonesia. Anak-anak, ibu hamil dan wanita yang berada pada masa subur memiliki risiko tertinggi menderita anemia. Berikut ini adalah beberapa penyebab anemia di Indonesia:
Malanutrisi atau gizi buruk adalah penyebab anemia nomor satu di Indonesia. Asupan zat besi orang Indonesia masih kurang, terutama yang bersumber dari nutrisi hewani. Nasi menjadi bahan makanan utama sehari-hari orang Indonesia,padahal sayuran dan daging juga diperlukan karena memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Keragaman menu makanan memiliki peran penting dalam asupan zat besi yang cukup.
Kebiasaan minum teh dan kopi di kalangan orang Indonesia juga berpengaruh kuat dalam tingginya tingkat anemia di Indonesia. Teh dan kopi mengandung zat yang bisa menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh manusia.
Indonesia juga termasuk dalam kelompok negara-negara dengan penderita talasemia yang tinggi. Talasemia adalah penyakit genetik atau keturunan yang mengakibatkan penderitanya mengalami kekurangan hemoglobin dan sel darah merah. Hal ini yang sering menyebabkan terjadinya kondisi anemia.
Di Indonesia, banyak orang yang mengonsumsi obat-obatan antasida akibat sakit maag atau masalah dengan asam lambung. Antasida yang dikonsumsi sebelum makan akan mengurangi produksi asam lambung, tapi hal ini justru mengurangi penyerapan zat besi.

Wanita yang mengalami haid berlebihan cenderung untuk menderita anemia. Banyaknya darah yang terbuang inilah yang menjadi penyebab munculnya anemia pada wanita pada masa subur.

Anemia juga umum terjadi pada wanita hamil.Pada masa hamil, kebutuhan zat besi wanita meningkat karena janin dalam kandungannya turut menyerap zat besi dan vitamin agar dapat bertumbuh secara normal.
Gejala Yang Muncul Akibat Anemia Defisiensi Besi

Tingkat gejala anemia tergantung kepada seberapa cepat cadangan zat besi tubuh menurun. Ada penderita yang mengalami hampir semua gejala sedangkan ada beberapa yang hanya merasa lelah. Berikut adalah gejala-gejala anemia yang umum terjadi:
Mudah atau lebih cepat lelah
Kurang berenergi
Muka pucat
Sesak napas
Pusing dan sakit kepala
Kaki dan tangan terasa dingin
Sensasi kesemutan pada kaki
Lidah membengkak atau terasa sakit
Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena infeksi
Sakit pada dada
Jantung terasa berdetak dengan cepat

Tanda-tanda lain yang bisa muncul akibat anemia adalah kuku menjadi mudah patah,rambut rontok dan nafsu makan yang menurun.

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk memastikan langkah diagnosis anemia.
Pengobatan dan Penanganan Anemia Defisiensi Besi

Mengonsumsi suplemen penambah zat besi dilakukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh sebagai salah satu pengobatan anemia. Asupan zat besi melalui konsumsi makanan juga perlu ditingkatkan demi menjaga cadangan dan tingkat zat besi yang normal. Ada beberapa makanan sumber zat besi yang sangat bagus, contohnya:
Hati ayam dan hati sapi
Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah
Tahu dan tempe
Boga bahari atau makanan laut seperti ikan, tiram dan kerang
Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan brokoli
Daging merah tanpa lemak seperti daging sapi dan kambing
Buah-buahan kering, misalnya kismis dan aprikot

Agar dapat memaksimalkan penyerapan zat besi, asupan vitamin C juga diperlukan. Konsumsi makanan yang tinggi zat besinya bersamaan dengan sumber vitamin C seperti jeruk, kiwi dan tomat.

Pada dasarnya, penyebab anemia bervariasi. Agar tidak berkembang menjadi kondisi kronis, penyebab utamanya perlu diketahui dan ditangani. Jika dibiarkan, anemia yang pada umumnya mudah ditangani, justru bisa berdampak jangka panjang pada tubuh penderitanya.
Komplikasi Anemia Defisiensi Besi

Jika anemia defisiensi besi tidak ditangani dengan tepat, pada akhirnya bisa menyebabkankomplikasi penyakit lain. Kekurangan zat besi berdampak buruk kepada sistem kekebalan tubuh manusia. Inilah yang membuat Anda lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Anemia defisiensi besi juga bisa berakibat kepada terjadinya gagal jantung, yaitu saat kinerja jantung menurun dan tidak bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh dengan baik.

Bagi ibu hamil, anemia meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janinnya. Komplikasi yang bisa terjadi contohnya adalah keguguran, pertumbuhan janin yang lambat atau tidak normal dan lahir prematur.

ADHD

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Siapa saja memiliki kemungkinan untuk menderita ADHD, tapi kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.
http://duniamayadokter.blogspot.com/
Beberapa gejala dalam perilaku yang dialami penderita ADHD meliputi sulit konsentrasi serta munculnya perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai.
ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah terdeteksi pada laki-laki daripada perempuan. Contohnya anak laki-laki umumnya memiliki perilaku yang lebih hiperaktif sementara anak perempuan cenderung lebih diam, tapi sulit berkonsentrasi.

Faktor Risiko dalam ADHD

Penyebab ADHD belum diketahui dengan pasti. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain faktor keturunan, pengaruh kelainan pada sistem saraf pusat, serta pengaruh kelahiran prematur.

Proses Diagnosis ADHD

Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan.
Oleh sebab itu, proses diagnosis ADHD membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Sejumlah pemeriksaan fisik serta psikologis dari dokter anak dan ahli psikiatri akan dijalani oleh penderita ADHD.

Langkah Penanganan untuk ADHD

Gejala-gejala ADHD terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga penderita ADHD yang tetap mengalaminya hingga dewasa. Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikontrol. Beberapa langkah penanganan tersebut meliputi obat-obatan, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.

Kamis, 14 Mei 2015

PIELONEFRITIS

BAB I


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Infeksi Traktus Urinarius (UTI) sering terjadi dan menyerang manusia tanpa memandang usia, terutama perempuan. UTI bertanggung jawab atas sekitar tujuh juta kunjungan pasien kepada dokter setiap tahunnya di Amerika Serikat (Stamm,1998). Secara mikro biologi UTI dinyatakan ada jika terdapat bakteriuria bermakna (ditemukan mikroorganisme patogen 105 ml pada urin pancaran tengah yang dikumpulkan pada cara yang benar).

Abnormalitas dapat hanya berkolonisasi bakteri dari urine (bakteriuria asimtomatik) atau bakteriuria dapat disertai infeksi simtomatikndari struktur-struktur traktus urinarius/ UTI umumnya dibagi dalam dua sub kategori besar: UTI bagian bawah (uretritis,sistitis, prostatitis) dan UTI bagian atas (pielonefritis akut). Sistitis akut (infeksi vesika urinaria) dan pielonefritis akut ( infeksi pelvis dan interstisium ginjal) adalah infeksi yang paling berperan dalam menimbulkan morbilitas tetapi jarang berakhir sebagai gagal ginjal progresif.
Pielonefritis merupakan infeksi piala pada ginjal, tubulus dan jaringan interstisial dari salah satu atau kedua ginjal. Bakteri mencapai kandung kemih melalui uretra dan naik ke ginjal. Meskipun ginjal menerima 20% sampai 25% curah jantung, bakteri jarang yang mencapai ginjal melalui aliran darah; kasus penyebaran secara hematogen kurang dari 3%.
Pielonefritis sering sebagai akibat dari refluks ureterivesikal, dimana katup uretevesikal yang tidak kompeten meynyebabkan urine mengalir balik (refluks) ke dalam ureter. Obstruksi traktus urinarius ( yang meningkatkan kerentanan ginjal terhadap infeksi), tumor kandung kemih, striktur, hiperplasia prostatik benigna, dan batu urinarius merupakan penyebab yang lain. Pielonefritis dapat akut dan kronis.
Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa Kedokteran dapat menjelaskan definisi Pielonefritis, etiologi Pielonefritis, epidemiologi Pielonefritis, gejala klinis Pielonefritis, patofisiologi Pielonefritis, pemeriksaan fisik Pielonefritis, pemeriksaan penunjang Pielonefritis, penatalaksanaan Pielonefritis, diagnosa Pielonefritis, diagnosis banding Pielonefritis, komplikasi Pielonefritis, prognosis Pielonefritis
2. Meningkatkan kemampuan dalam penulisan ilmiah / Makalah di bidang kedokteran.
3. Memenuhi salah satu persyaratan kelulusan Kepaniteraan Klinik
4. Metode tinjauan kepustakaan dengan mengacu kepada beberapa literatur.


BAB II


TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pielonefritis
Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri. Infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang di mulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik ke ginjal. Infeksi ini dapat mengenai parenchym maupun renal pelvis (pyelum= piala ginjal).

2.2 Penyebab Pielonefritis

Bakteri E. Coli.
Resisten terhadap antibiotik.
Obstruksi ureter yang mengakibatkan hidronefrosis.
Infeksi aktif.
Penurunan fungsi ginjal.
Uretra refluk.
Bakteri menyebar ke daerah ginjal, darah, sistem limfatik.

2.3 Patofisiologi Pielonefritis

Masuk ke dalam pelvis ginjal dan terjadi inflamasi. Inflamasi ini menyebabkan pembekakan daerah tersebut, dimulai dari papila dan menyebar ke daerah korteks. Infeksi terjadi setelah terjadinya cytitis, prostatitis (asccending) atau karena infeksi steptococcus yang berasal dari darah (descending).
Pyelonefritis dibagi menjadi 2 macam yaitu :
Pyelonefritis akut.
Pyelonefritis kronik.
Pyelonefritis akut
Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena tetapi tidak sempurna atau infeksi baru. 20 % dari infeksi yang berulang terjadi setelah dua minggu setelah terapi selesai. Infeksi bakteri dari saluran kemih bagian bawah ke arah ginjal, hal ini akan mempengaruhi fungsi ginjal. Infeksi saluran urinarius atau dikaitkan dengan selimut.abses dapat di jumpai pada kapsul ginjal dan pada taut kortikomedularis. Pada akhirnya, atrofi dan kerusakan tubulus serta glomerulus terjadi.
Kronik pielonefritis kronik juga berasal dari adanya bakteri, tetapi dapat juga karena faktor lain seperti obstruksi saluran kemih dan refluk urin. Pyelonefritis kronik dapat merusak jaringan ginjal secara permanen akibat inflamasi yang berulang kali dan timbulnya parut dan dapat menyebabkan terjadinya renal faiure (gagal ginjal) yang kronik. Ginjal pun membentuk jaringan parut progresif, berkontraksi dan tidak berfungsi. Proses perkembangan kegagalan ginjal kronis dari infeksi ginjal yang berulang –ulang berlangsung beberapa tahun atau setelah infeksi yang gawat. Pembagian Pyelonefritis akut sering di temukan pada wanita hamil, biasanya diawali dengan hidro ureter dan Pyelonefrosis akibat obstruksi ureter karena uterus yang membesar.

2.4 Tanda dan Gejala Klinis Pielonefritis

Pyelonefritis akut ditandai dengan pembengkakan ginjal atau pelebaran penumpang ginjal.
Pada pengkajian di dapatkan adanya demam yang tinggi, menggigil, nausea, nyeri pada pinggang , sakit kepala, nyeri otot dan adanya kelemahan fisik.
Pada perkusi di daerah CVA ditandai dengan adanya tenderness.
Client biasanya di sertai disuria, frequency, urgency dalam beberapa hari.
Pada pemeriksaan urin didapat urin berwarna keruh atau hematuria dengan bau yang tajam, selain itu juga adanya peningkatan sel darah putih.
Pyelonefritis kronik
Pyelonefritis kronik terjadi akibat infeksi yang berulang-ulang. Sehingga kedua ginjal perlahan-lahan mejadi rusak. Adanya serangan Pyelonefritis akut yang berulang-ulang biasanya tidak mempunyai gejala yang sfesifik. Adanya keletihan. Sakit kepala, nafsu makan rendah dan berat badan menurun. Adanya poliuria, haus yang berlebihan, azotemia, anemia, asidosis, proteinuria, pyuria, dan kepekatan urin menurun. Kesehatan pasien semakin menurun, pada akhirnya pasien mengalami gagal ginjal. Ketidaknormalan kalik dan adanya luka pada daerah korteks. Ginjal mengecil dan kemampuan nefron menurun dikarenakan luka pada jaringan. Tiba-tiba ketika ditemukan adanya hypertensi.

2.5 Pemeriksaan Penunjang Pielonefritis

Evaluasi Diagnostik. Suatu urogram intravena dan ultrasound dapat dilakukan untuk mengetahui lokasi obstruksi di traktus urinarius, menghilangkan obstruksi adalah penting untuk menyelamatkan ginjal dari kehancuran. Kultus urine dan tes sensitivitas dilakukan untuk menentukan organisme penyebab sehingga agens antimikrobial yang tepat dapat diresepkana.
Diagnosa pyelonefritis kronik
Dulu hampir selalu dipakai bila ditemukan kelainan tubulointerstisial ini, pengertian tentang derajat VUR yang berat dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut pada ginjal, atrofi, dan dilatasi kaliks (nefropati refluks0, yang lazim didiagnosis sebagai pyelonefritis kronik, sekarang ini sudah diterima dengan baik. Mekanisme penyebab jaringan parut diyakini merupakan gabungan dari efek : (1) VUR, (2) refluks intrarenal, dan (3) infeksi (kunin, 1997; tolkoff-Rubin, 2000; Rose, Rennke, 1994). Keparahan VUR merupakan satu-satunya faktor penentu terpenting dari kerusakan ginjal. Banyak bukti yang menyongkong pendapat bahwa keterlibatan ginjal pada nefropati refluks terjadi pada awal masa kanak-kanak sebelum usia 5 sampai 6 tahun, karena pembentukan jaringan parut yang baru jarang terjadi setelah usia ini. Penjelasan dari pengamatan ini adalah bahwa refluks intrarenal terhenti sewaktu anak menjadi lebih besar (kemungkinan besar karena perkembangan ginjal), walaupun demikian VUR dapat terus berlanjut.
Pada orang dewasa. VUR dan nefropati refluks dapat berkaitan dengan gangguan obstruktif dan neoruligik yang menyebabkan sumbatan pada drainase urine (seperti batu ginjal atau vesika urinaria neurologik akibat diabetes atau cidera batang otak). Namun, sebagian besar orang dewasa yang memiliki jaringan parut pada ginjal akibat pyelonefritis kronik mendapat lesi-lesi ini pada awal masa kana-kanaknya. Bkti-bukti yang menyokong mekanisme refluks infeksi ini berasal dari percobaan pada hewan dan pengamatan pada manusia dengan hasil sebagai berikut : 85% sampai 100% anak-anak dan 50% orang dewasa dengan jaringan parut ginjal menderita VUR (Tolkoff-Rubin,2000) .
Mekanisme penyataannya nefropati refluks yang mulai terjadi pada awal masa kanak-kanak dapat njelskan bagmenjelaskan pembentukan jaringan parut dan kerusakan ginjal pada banyak pasien, masih sulit untuk menjelaskan bagaimana perjalanan kerusakan ginjal progresif karena pada sejumlah orang orang dewasa dengan pyelonifritis tahap akhir tidak dapat refluks maupun UTI. Beberapa pasien bahkan tidak dapat mengingat sama sekali pernah mengalami UTI berulang. Teori paling populer untuk menjelaskan gagal ginjal progisif yang terjadi pada pasien dengan refluks yang sudah dikoreksi dengan urine steril adalah teori hemodinamik intrarenal atau hipotesis hiperfitrasi (Rose, Rennke, 1994). Menurut teori ini, infeksi awal penyebab kerusakan nefron mengakibatkan kompensasi peningkatan tekanan kapiler glomelurus (Pgc) dan hiperperfusi pada sisa nefron yang masih relatif normal. Tampaknya hipertensi intraglomerulus ini menimbulkan cidera pada glomerulus dan akhirnya menyebabkan sklerosis. Konsep cedera glomerulus yang diperantaikeadaan hemodinamik ini didukung oleh semakin banyaknya bukti dari percobaan menunjukan bahwa pengendalian hipertensi sistemik terutama dengan pemberian obat-obat penghambat enzim konversi angiotensi (ACE) seperti koptopril atau enalapril maleat memperlambat penurunan GFR pada banyak pasien gagal ginjal. Obat-obatan ini menurunkan Pgc dengan melawan kerja angiotensin II dan dilatasi arteriol eferen. Penurunan Pgc juga terjadi jika makanan berprotein dibatasi hanya 20 sampai 30g/hari, dilengkapi dengan asam amino dan analog ketonya.

2.6 Penatalaksanaan Pielonefritis

Pasien pyelonifritis akut beresiko terhadap bakterimia dan memerlukan terapi antimikrobisl ysng intensif. Terapi parental diberikan se;lama 24 samapi 28 jam sampai pasien afrebil. Pada waktu tersebut, agens oral dspst diberikan. Pasien dengan kondisi yang sedikit kritis akan efektif apabila ditangani hanya dengan agens oral. Untuk mrncega perkemban biakannyabakteri yang tersisa, maka pengobatan pyelonefritis akut biasanya lebi lama dari pada sistesis.
Masalah yang mungkin timbul dalam penanganan adalah infeksi kronik atau kambuhan yang muncul sampai beberapa bulan atau tahun tampa gejala. Setelah program antimikrobial awal, pasien dipertahankan untuk terus diwah penanganan antimikrobial sampai bukti adanya bukti adanya infeksi tidak terjadi, seluruh faktor penyebab telah ditangani dan dikendalikan, dan fungsi ginjal stabil. Kadar keratininserum dan hitung darah pasien dipantau durasinya pada terapi jangka panjang.

Penatalaksanaan agens antimokrobial pilihan di dasarkan pada identifikasi patogen melalui kultur urin. Jika bakteri tidak dapat hilang dari urin, nitrofurantion atau kombinasi sulfametoxazole dan trimetrhopim dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri. Fungsi renal ketat, terutama jika medikasi potensial toksin bagi ginjal.

kanker payudara

adalah neoplasma ganas dengan pertumbuhan abnormal jaringan payudara yang tidak melihat jaringan di sekitarnya, tumbuh infiltratif dan destruktif dan metastasis (Reksoprodjo, 1995).
Gejala Kanker Payudara Klinik
Gejala klinis yang umum ditemukan pada pasien dengan kanker payudara adalah sebagai berikut
Massa teraba atau benjolan di payudara
Payudara tidak simetris
Ada perubahan kulit: penebalan, baskom, kulit pucat di sekitar puting, kulit keriput seperti jeruk purut dan adanya ulkus payudara
Ada perubahan suhu kulit: hangat, kemerahan, panas
Ada cairan yang keluar dari puting
Ada perubahan pada puting: gatal, tidak ada sensasi terbakar, dan erosi terjadi retraksi
Ada rasa sakit
Penyebaran ke tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan meningkatkan kadar kalsium darah
Ada pembengkakan daerah lengan
Etiologi dan predisposisi Faktor
Penyebab pasti kanker payudara tidak diketahui. Kanker payudara hanya terjadi pada wanita setelah menarche, diduga bahwa perubahan siklus hormonal yang mungkin menjadi faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sel abnormal pada payudara. Faktor genetik juga berperan dalam menyebabkan kanker payudara, tetapi efek genetik tidak terlalu kuat.
Jika ibu memiliki kanker payudara, kemungkinan anak-anak perempuan juga menderita kanker payudara adalah 2 sampai 3 kali lebih besar dari populasi dalam kondisi umum, tetapi tidak ada bukti dari inheritan pola tertentu (diturunkan). Beberapa hipotesis menyatakan bahwa ada predisposisi genotipe untuk pembentukan sel-sel kanker, tetapi harus ada beberapa interaksi dengan faktor non-genetik sebelum terjadinya kanker.
Pasien riwayat keluarga yang positif kanker, memiliki kecenderungan untuk mengembangkan kanker pada usia yang lebih muda dan frekuensi kejadian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarganya.
Secara umum, kanker payudara terjadi pada multi-faktor. Selain kontribusi faktor genetik, jenis kelamin, usia, penyakit penyerta lainnya, juga dapat disebabkan oleh pola diet.
Mastektomi
Berdasarkan tujuan terapi bedah, mastektomi dapat dibagi menjadi dua jenis tujuan kuratif dan paliatif tujuan.
Prinsip terapi kuratif adalah operasi pengangkatan sel kanker tanpa meninggalkan sel-sel kanker mikroskopis. Terapi ini kuratif bedah dilakukan pada kanker payudara stadium dini (stadium 0, I dan II).
Sedangkan tujuannya adalah terapi bedah paliatif untuk kanker payudara mengangat makroskopik dan masih meninggalkan sel-sel kanker mikroskopis. Pembedahan paliatif umumnya dilakukan untuk mengurangi keluhan pasien seperti pendarahan, patah tulang dan pengobatan ulkus, dilakukan pada stadium lanjut kanker payudara, yaitu stadium III dan IV.
Prosedur penghapusan sel kanker dapat dilakukan dengan cara berikut:
Mastektomi radikal, seluruh Lifting payudara, kulit, otot besar dan kecil, kelenjar getah bening aksila dan sekitarnya jaringan lemak.
Modifikasi mastektomi radikal, mastektomi radikal tetapi sebagai otot pectoralis major dipertahankan.
Mastektomi sederhana, payudara Dibesarkan dengan mempertahankan otot-otot yang mendukung.
Mastektomi parsial, lesi Dibesarkan dan jaringan sekitarnya termasuk kelenjar getah bening.
Lumpectomy, Dibesarkan lesi dan 3 sampai 5 cm ditepinya jaringan, jaringan payudara dan kulit tetap terjaga.
Powered By Blogger

MEDICAL SCIENCE