Tampilkan postingan dengan label Daftar Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daftar Obat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2016

Pengertian Amiodarone

Amiodarone merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi ketidakteraturan irama jantung pada penderita aritmia jantung. Obat ini bekerja dengan cara mengembalikan irama jantung yang tidak normal, misalnya terlalu lambat atau cepat, kepada irama jantung yang normal.


Obat ini biasanya akan diresepkan dokter untuk pasien aritmia yang tidak cocok mengonsumsi obat lainnya karena alasan-alasan tertentu.

Tentang Amiodarone
Jenis obat Antiaritmia
Golongan Obat resep
Manfaat Mengatasi irama jantung yang tidak teratur pada penderita aritmia jantung.
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Tablet dan suntik
Peringatan:
Bagi wanita hamil, tidak disarankan untuk mengonsumsi amiodarone. Pemberian obat ini hanya akan dilakukan oleh dokter jika dirasa sangat perlu. Bagi wanita yang sedang menyusui, amiodarone mutlak dilarang untuk dikonsumsi.
Amiodarone juga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.
Sangat penting untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk dokter karena berdampak pada kinerja jantung. Jangan mengubah dosis atau frekuensi konsumsi obat tanpa bertanya pada dokter.
Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan jantung, gangguan tiroid, dan menderita porfiria.
Harap berhati-hati juga jika Anda terdiagnosis kekurangan potasium.
Jangan menggunakan amiodarone bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan interaksi obat yang membahayakan.
Jika Anda akan melakukan perawatan atau prosedur yang melibatkan pemberian obat anestesi, misalnya perawatan gigi, beri tahu dokter atau perawat yang menangani bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan amiodarone. Beberapa jenis obat anestesi dapat bereaksi dengan amiodarone dan meningkatkan risiko munculnya efek samping.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Amiodarone
Untuk pengobatan awal aritmia, dosis yang diberikan pada minggu pertama adalah 200 mg tiga kali sehari. Pada minggu kedua, dosis harus diturunkan menjadi 200 mg dua kali sehari.

Setelah dua minggu awal pengobatan, maka pemberian amiodarone memasuki tahap pemeliharaan. Dosis yang diberikan pada masa pemeliharaan ini adalah 200 mg per hari atau kurang dari itu.

Mengonsumsi Amiodarone dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan amiodarone sebelum mulai mengonsumsinya. Amiodarone dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi amiodarone pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi amiodarone, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis amiodarone pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi grapefruit ketika Anda menjalani pengobatan dengan amiodarone karena zat yang terkandung di dalam buah tersebut dapat bereaksi dengannya di dalam aliran darah dan meningkatkan kadar amiodarone.

Jika Anda akan melakukan aktivitas di luar rumah, lindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari, baik dengan payung atau tabir surya. Hal ini dikarenakan efek samping amiodarone yang dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Saat menjalani pengobatan dengan Amiodarone, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter agar dia dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Pengobatan dengan amiodarone biasanya berlangsung dalam jangka panjang. Jangan menghentikan penggunaan obat ini tanpa bertanya terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Amiodarone
Sama seperti obat-obat lain, amiodarone juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat antiaritmia ini adalah:

Gangguan lambung
Mual
Muntah
Pandangan kabur
Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
Gangguan tidur
Gangguan indera pengecapan lidah.
Pada kasus tertentu, penggunaan amiodarone juga dapat berdampak pada fungsi hati dan kelenjar tiroid. Selain memonitor jantung Anda dengan elektrokardiogram, dokter juga akan memonitor fungsi hati dan kelenjar tiroid melalui tes darah. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami sakit kuning, sesak napas, dan batuk berkelanjutan.

Pengertian Amikacin

Amikacin adalah salah satu obat antibiotik aminoglikosida yang memiliki fungsi membunuh dan menghambat perkembangan bakteri penyebab infeksi. Karena itu, infeksi akibat virus (seperti flu atau pilek) tidak bisa diobati dengan antibiotik ini.
Obat ini umumnya digunakan untuk jangka pendek dalam menangani bermacam-macam infeksi bakteri yang serius pada kulit, selaput otak, paru-paru, tulang, sendi, darah, saluran kemih, serta perut. Beberapa contoh infeksi tersebut meliputi:

Septikemia.
Infeksi pada luka bakar.
Infeksi saluran kemih berulang.
Peritonitis.
Infeksi pascaoperasi.
Amikacin harus digunakan dengan resep dokter. Pastikan Anda mengonsultasikannya dengan dokter untuk memastikan merek dan dosis amikacin yang efektif untuk mengatasi jenis infeksi yang Anda idap.

Tentang Amikacin
Jenis obat Antibiotik aminoglikosida
Golongan Obat resep
Manfaat Menangani infeksi serius akibat bakteri
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Obat suntik
Peringatan

Wanita yang berencana atau sedang hamil hanya boleh menggunakan amikacin jika ada anjuran dari dokter. Sementara ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan amikacin karena obat ini bisa memengaruhi ASI.
Amikacin sebaiknya tidak diberikan bersama obat-obatan lain dan dosisnya benar-benar harus disesuaikan bagi mereka yang sedang dalam penanganan berat badan.
Harap berhati-hati bagi lansia dan bagi yang menderita gangguan hati, gangguan ginjal, dehidrasi, gangguan pendengaran, myastenia gravis, asma, gangguan saraf (misalnya penyakit Parkinson), serta yang menjalani prosedur dialisis.
Pastikan Anda meminum banyak air selama menggunakan amikacin.
Jangan menggunakan amikacin lebih dari dua minggu.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.
Dosis Amikacin

Penentuan dosis amikacin akan disesuaikan dengan jenis infeksi, tingkat keparahannya, serta riwayat dan kondisi kesehatan pasien. Oleh sebab itu, dosis untuk tiap pasien bisa berbeda.

Dosis umum penggunaan amikacin yang biasa dianjurkan oleh dokter bagi pasien dewasa dengan fungsi ginjal yang normal adalah 15 mg per kg berat badan dalam sehari. Sementara dosis maksimal amikocin per hari adalah 1,5 gram.

Mengonsumsi Amikacin dengan Benar
Gunakanlah amikacin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Selama menggunakan amikacin, pastikan Anda juga meminum banyak cairan agar terhindar dari risiko dehidrasi.

Jika gejala Anda tidak kunjung membaik dalam lima hari, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter. Penggunaan amikacin umumnya dianjurkan untuk jangka pendek, yaitu tidak lebih dari dua minggu.

Pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin juga dianjurkan. Langkah ini akan membantu dokter untuk memantau perkembangan kondisi Anda serta tingkat keefektifan obat.

Pastikan Anda menyelesaikan semua dosis pengobatan yang diresepkan oleh dokter meski infeksi terasa sudah membaik. Ini dilakukan guna memastikan bakteri penyebab infeksi musnah sekaligus mencegah kambuhnya infeksi.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Amikacin
Sama seperti semua obat, amikacin juga berpotensi memicu efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi antibiotik ini meliputi:

Sakit perut.
Muntah.
Kelelahan.
Kulit menjadi pucat.
Hentikan konsumsi obat dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami alergi atau efek samping yang berkelanjutan.

Pengertian Alprazolam

Alprazolam adalah obat yang termasuk dalam kelompok benzodiazepines. Biasanya obat ini digunakan untuk mengatasi kecemasan dan serangan panik. Obat ini membuat penderita merasa lebih tenang dan tidak terlalu tegang. Dosis obat ini sebaiknya diambil yang paling rendah dengan frekuensi paling pendek sesuai dengan gejala yang ada.






Obat ini bekerja di dalam otak dan saraf untuk menghasilkan efek menenangkan dengan meningkatkan efek dari zat kimia alami dalam tubuh yang disebut GABA atau gamma aminobutyric acid. Setelah pengobatan selama empat minggu, peninjauan ulang sebaiknya dilakukan dilakukan jika ingin diperpanjang. Maksimum penggunaan obat ini umumnya adalah 3 bulan.

Tentang Alprazolam

Jenis obat Obat benzodiazepine 
Golongan Obat resep
Manfaat Mengatasi kecemasan, serangan panik, kecemasan yang berkaitan dengan depresi
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Tablet, cairan oral, obat larut

Alprazolam adalah jenis obat keras yang diberikan sesuai dengan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan Anda. Tanyakan kepada dokter sebelum Anda mulai meminum obat ini untuk mengetahui risiko dan manfaatnya.

Peringatan:

Berhati-hatilah dan beri tahu dokter jika Anda alergi dengan kelompok obat benzodiazepine atau alergi lainnya.

Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat. Obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk. Orang-orang lanjut usia akan lebih sensitif dengan alprazolam. Mereka cenderung lebih mengantuk dan bisa mengalami gangguan keseimbangan.

Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis dan pemakaian berdasarkan anjuran dokter. Obat ini bisa berbahaya bagi janin jika diminum dalam dosis tinggi.

Ibu yang sedang menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi alprazolam karena dapat berdampak pada bayi melalui ASI.

Terdapat kemungkinan Anda kesulitan mengingat kejadian sejak mengonsumsi obat ini hingga efek dari obat menghilang. Untuk mengurangi dampaknya, Anda butuh tidur yang cukup setelah minum obat ini.

Jika tidak sengaja melewatkan dosis meminum alprazolam, disarankan segera meminum begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti jadwal yang terlewat dengan menggandakan dosis alprazolam berikutnya.

Berhenti mengonsumsi obat ini perlu dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis secara perlahan-lahan. Langsung berhenti mengonsumsi alprazolam secara mendadak dapat menimbulkan efek buruk seperti kejang-kejang.

Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Alprazolam

Alprazolam umumnya diberikan sebanyak 0.25-0.5 mg, 2-3 kali sehari. Dosis maksimum alprazolam adalah 4 mg per hari. Dosis akan diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan, umur dan respons pasien terhadap obat ini. Peningkatan dan pengurangan dosis obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk meminimalisasi efek samping dan gejala putus obat.

Mengonsumsi Alprazolam dengan Benar 

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi alprazolam. Keberhasilan obat ini juga tergantung pada cara mengonsumsi dengan benar.

Usahakan untuk mengonsumsi alprazolam pada waktu yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya. Jangan mengubah dosis alprazolam kecuali disarankan oleh dokter Anda. Jika Anda melewatkan satu jadwal, segera konsumsi jika jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Obat ini bisa menyebabkan gejala-gejala kecanduan. Jadi jika ingin menghentikan pemakaian alprazolam, ikuti anjuran dari dokter. Jangan berhenti atau melanjutkan mengonsumsi alprazolam kecuali disarankan dokter. Dosis obat bisa dikurangi perlahan sebelum akhirnya dihentikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejala putus obat atau menyebabkan penyakit awal kembali.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Alprazolam
Alprazolam akan diberikan oleh dokter jika manfaatnya lebih banyak daripada efek samping yang ditimbulkan. Reaksi tiap orang terhadap obat ini berbeda-beda. Sulit menentukan efek samping mana atau apakah Anda akan merasakan efek samping. Yang terpenting, beri tahu dokter jika Anda bermasalah dengan obat yang dikonsumsi.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:


Mudah mengantuk
Pusing
Peningkatan produksi air liur
Perubahan pada nafsu atau gairah seksual
Perubahan suasana hati
Gangguan ingatan 

Jika terjadi efek samping yang sangat jarang terjadi seperti penyakit kuning, kejang-kejang, kesulitan berbicara, atau gangguan keseimbangan, segera temui dokter.

Jumat, 05 Februari 2016

allopurinol

Allopurinol adalah obat yang digunakan untuk mencegah serangan penyakit gout dengan menurunkan kadar asam urat di dalam darah. Selain karena pola makan yang kurang sehat, kadar asam urat juga bisa naik akibat pengobatan kemoterapi pada penderita kanker. Selain gout, kadar asam urat yang tinggi juga bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal.

allopurinol

Tentang Allopurinol
Jenis obat Penghambat xanthine-oxidase
Golongan Obat resep
Manfaat
Mencegah gout dan pembentukan batu ginjal tertentu dengan menurunkan kadar asam urat yang tinggi.
Mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet

Peringatan:

Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, tengah hamil, serta sedang menyusui, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter.
Tanyakan dosis allopurinol untuk anak-anak kepada dokter.
Harap berhati-hati jika menderita gangguan pada ginjal dan hati.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Allopurinol
Untuk dewasa, dosis biasanya akan diberikan sebanyak 100-600 mg tiap hari. Dosis akan disesuaikan dengan kondisi yang diobati, tingkat keparahannya, dan respons tubuh terhadap obat.  Pada pasien anak-anak, dosis juga akan disesuaikan dengan berat badan mereka.

Mengonsumsi Allopurinol dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan allopurinol sebelum mulai mengonsumsinya. Allopurinol sebaiknya dikonsumsi sesudah makan dan minumlah cukup air saat menelan tablet ini.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi allopurinol pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi allopurinol, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Biasanya pengobatan dengan allopurinol dilakukan secara jangka panjang agar bisa efektif, yaitu sekitar dua hingga tiga bulan. Oleh sebab itu penting untuk minum allopurinol tiap hari sesuai jangka waktu yang ditetapkan oleh dokter, terkecuali Anda merasakan efek samping yang sangat mengganggu.

Agar hasilnya maksimal, pengobatan juga sebaiknya dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, misalnya seperti mengonsumsi makanan sehat, menghindari minuman dengan kadar gula atau alkohol yang tinggi, dan berusaha menjaga berat badan sehat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Allopurinol

Sama seperti obat-obat lain, allopurinol juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang jarang tapi dapat terjadi adalah ruam pada kulit. Jika Anda mengalami efek samping yang sangat mengganggu, hubungi dokter yang meresepkan obat.

Kamis, 04 Februari 2016

ALBENDAZOLE

Albendazole adalah kelompok obat antelmintik yang berfungsi mengatasi infeksi yang disebabkan oleh cacing, seperti cacing pita babi, cacing tambang, cacing cambuk, cacing gelang, dan cacing kremi. Obat ini bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap gula atau glukosa, hingga akhirnya kehabisan energi dan mati.

ALBENDAZOLE

Tentang Albendazole
Jenis obat Kelompok obat antelmintik.
Golongan Obat resep
Manfaat Mengatasi infeksi akibat parasit cacing.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun.
Bentuk obat Tablet

Peringatan

Bagi wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan dilarang mengonsumsi obat ini karena dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan lain. Bagi ibu yang menyusui juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini karena dampaknya pada ASI belum diketahui.
Obat ini tidak boleh diberikan kepada anak yang berusia di bawah dua tahun.
Harap berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini bagi penderita penyakit hati, penyumbatan saluran empedu, kelainan pada darah atau sumsum tulang, dan sindrom Steve-Johnson.
Ketika mengonsumsi obat ini, sebaiknya batasi konsumsi minuman keras karena  berpotensi meningkatkan risiko efek samping pada organ hati.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat.
Dosis Albendazole
Dosis mengonsumsi albendazole umumnya adalah satu tablet 100 mg dua kali sehari, selama tiga hari berturut-turut. Pengulangan dosis ini bisa dilakukan dengan jeda dua minggu, jika dicurigai infeksi muncul kembali.

Mengonsumsi Albendazole dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi albendazole. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Obat ini lebih baik dikonsumsi dengan makanan agar mempermudah penyerapan oleh tubuh, tapi bisa juga tanpa makanan. Albendazole bisa dikunyah atau ditelan secara utuh. Khususnya jika Anda atau anak kesulitan menelan tablet, Anda bisa menghancurkan tablet untuk dicampurkan dengan air.

Selesaikan mengonsumsi obat ini sesuai anjuran dari dokter atau petunjuk peraturan pemakaian, berhenti terlalu awal bisa menyebabkan kembalinya infeksi yang terjadi. Hindari makan grapefruit atau minum jus grapefruit saat mengonsumsi obat ini karena bisa meningkatkan risiko efek samping.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi albendazole, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis albendazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Albendazole

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang bisa terjadi akibat mengonsumsi obat albendazole adalah:


  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Rambut rontok (bersifat sementara).

Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu aktivitas, atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Rabu, 03 Februari 2016

ACYCLOVIR TOPICAL

Acyclovir topikal digunakan untuk mengobati cold sore atau luka melepuh akibat virus herpes simpleks yang biasa terjadi di sekitar bibir atau wajah. Acyclovir topikal memperlambat pertumbuhan virus herpes agar tubuh bisa lebih efektif melawan infeksi. Acyclovir topikal membantu meredakan rasa sakit dan gejala yang muncul. Selain itu, obat ini juga membantu mempercepat penyembuhan luka.

ACYCLOVIR TOPICAL

Obat ini tidak bisa menyembuhkan atau mencegah herpes tapi hanya menghambat perkembangan infeksi.  Obat ini juga tidak bisa mencegah penyebaran pada orang lain atau mencegahnya untuk kambuh.

Tentang Acyclovir Topikal

Jenis obat Antivirus
Golongan Obat resep
Manfaat Mengobati infeksi virus herpes simpleks
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Nama lain Acyclovir, ACV, acycloguanosine
Bentuk Obat oles
Penggunaan acyclovir topikal memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk  yang disarankan oleh dokter menurut kondisi kesehatan Anda.

Peringatan:

Acyclovir topikal tidak boleh mengenai mata, hidung, dan mulut. Basuh dengan air jika obat masuk ke daerah-daerah tersebut. Hanya gunakan pada bagian luar kulit.
Selalu bersihkan tangan dengan rutin setelah mengoleskan obat ke bagian tubuh yang terinfeksi agar tidak menularkan ke orang lain, atau ke bagian tubuh lainnya.
Bagi wanita hamil, menyusui atau yang mencoba memiliki anak, sesuaikan anjuran dokter tentang pemakaian obat ini.
Tanyakan dosis acyclovir topikal untuk anak-anak kepada dokter.
Obat ini tidak menghambat penyebaran herpes genital. Hindari berhubungan seksual saat serangan infeksi muncul atau kambuh.
Jika gejala tidak membaik dalam satu minggu, segera temui dokter.
Jika terjadi reaksi alergi, segera temui dokter.
Dosis Acyclovir Topikal
Obat ini sebaiknya dioleskan sekitar 4-7 kali dalam sehari selama 4-10 hari.

Mengonsumsi Acyclovir Topikal dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan acyclovir topikal. Obat ini bekerja lebih maksimal jika langsung dioles ketika gejala awal muncul. Oleskan obat sekali tiap 4 jam.

Pastikan juga Anda menyelesaikan dosis yang sudah diresepkan oleh dokter. Jika infeksi tidak membaik setelah menyelesaikan dosis yang diresepkan, segera temui dokter.

Jika memungkinkan, gunakan sarung tangan karet sekali pakai untuk mengoleskan obat pada luka untuk mencegah penyebaran infeksi. Agar efek obat ini tidak hilang, jangan mandi atau berenang setelah memakainya.

Sebelum mengoleskan krim maupun salep, bersihkan dan keringkan daerah yang akan diolesi. Oleskan obat secara perlahan-lahan hingga menutupi daerah yang terinfeksi. Cucilah tangan dengan sabun dan air sebelum dan setelah mengoleskan obat-obatan ini.

Obat ini hanya digunakan pada kulit luar, jangan dioleskan pada mata, hidung, bagian dalam dari mulut, atau vagina. Jika terkena bagian-bagian tersebut, segera basuh dengan air hingga bersih.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Acyclovir Topikal

Reaksi orang terhadap tiap obat berbeda-beda. Walau jarang terjadi, obat ini berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa efek samping lain yang biasa terjadi adalah:


  • Kulit kering atau mengelupas
  • Terasa gatal-gatal.

Senin, 01 Februari 2016

acetylcysteine

Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak yang menghalangi saluran pernapasan. Karena itu, obat ini tidak cocok diberikan untuk pengidap batuk kering.

acetylcysteine

Dahak kental yang menempel dan menghambat saluran pernapasan biasanya muncul akibat penyakit pada paru-paru yang meliputi bronkitis, tuberkulosis, pneumonia, serta fibrosis sistik. Penggunaan obat pengencer dahak akan membantu Anda agar bisa lebih mudah bernapas.

Acetylcysteine tersedia dalam berbagai merek. Penggunaannya harus dengan resep dokter agar pilihan obat sesuai dengan jenis penyakit yang diidap serta kondisi kesehatan pasien.

Tentang Acetylcysteine

Jenis obat Ekspektoran
Golongan Obat resep
Manfaat Mengencerkan dahak
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun
Bentuk Tablet, kapsul, obat hirup, obat suntik
Peringatan

Bagi wanita hamil dan menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan acetylcysteine.
Tanyakanlah dosis acetylcysteine untuk anak-anak kepada dokter.
Harap berhati-hati jika menderita asma serta diabetes.
Acetylcysteine bisa menyebabkan rasa kantuk pada sebagian orang. Hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi atau menggunakan obat ini.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Acetylcysteine

Dosis penggunaan acetylcysteine umumnya tidak sama untuk tiap bentuk obat. Dokter menentukan takaran obat ini berdasarkan bentuk obat yang digunakan, jenis penyakit, usia, serta kondisi kesehatan pasien.

Untuk bentuk kapsul, dosis acetylcysteine yang umumnya dianjurkan bagi pasien dewasa adalah 200 mg. Sementara frekuensi konsumsinya adalah dua hingga tiga kali dalam sehari.

Mengonsumsi Acetylcysteine dengan Benar

Gunakan acetylcysteine sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Jangan mengonsumsi acetylcysteine bersamaan dengan antibiotik tetrasiklin. Pastikan ada jarak setidaknya dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi ekspektoran ini. Penggunaan antitusif atau pereda batuk juga sebaiknya dihindari selama memakai acetylcysteine karena berpotensi memicu penumpukan dahak.

Usahakan untuk mengonsumsi acetylcysteine pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi acetylcysteine, disarankan untuk segera meminumnya jika jadwal minum berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis acetylcysteine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Acetylcysteine

Acetylcysteine berpotensi memicu efek samping yang kemungkinan berbeda-beda pada tiap pasien. Efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat ini meliputi:


  • Mengantuk.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sariawan.
  • Hidung beringus.
  • Demam.

Berhentilah mengonsumsi acetylcysteine dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping berupa sakit dada, sulit bernapas, sakit perut, serta tinja berwarna hitam.

Minggu, 31 Januari 2016

Acyclovir Oral

Acyclovir adalah salah satu obat antivirus yang digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti varisela zoster dan herpes simpleks. Varisela zoster adalah virus yang menyebabkan munculnya herpes zoster atau cacar api. Sedangkan virus herpes simpleks menyebabkan terjadinya penyakit herpes genital dan cold sore atau luka melepuh di sekitar bibir.

Acyclovir tidak bisa menghilangkan virus sepenuhnya dari tubuh. Obat ini berfungsi untuk mencegah penyebaran dan perkembangan infeksi virus. Selain itu, obat ini juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi akibat virus.

Tentang Acyclovir

Jenis obat  ; Antivirus
Golongan  ; Obat resep

Manfaat
  • Mengobati infeksi virus varisela zoster
  • Mengobati dan mencegah infeksi virus herpes simpleks

Sabtu, 30 Januari 2016

ACARBOSE

Acarbose merupakan kelompok obat antidiabetes terutama diabetes tipe 2, yang berfungsi mengontrol kadar gula darah dengan cara memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi senyawa gula yang lebih sederhana. Obat ini membantu menurunkan kadar gula dalam darah setelah makan. Selain mengubah pola konsumsi makanan serta program olah gerak tubuh, para pengidap diabetes biasanya juga diberikan acarbose sebagai obat tambahan.

ACARBOSE 

Untuk mengendalikan diabetes, acarbose bisa dikonsumsi bersama dengan obat lainnya seperti insulin, metformin, sulfonilurea. Jika kadar gula darah dapat terkontrol, maka penderita diabetes bisa terhindar dari kerusakan ginjal, stroke, kebutaan, kerusakan saraf, serangan jantung, kehilangan keseimbangan serta disfungsi seksual. Obat ini tidak diperuntukkan bagi penderita diabetes yang berusia 18 tahun ke bawah, dan harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter.

Tentang Acarbose

Jenis obat :  Antidiabetes
Golongan  : Obat resep
Powered By Blogger

MEDICAL SCIENCE