Jumat, 13 Februari 2015

Hipersomnia: Penyebab Kurang Oksigen

Waktu hipersomnia tidur meningkat menjadi 25% dari pola tidur yang normal

PENYEBAB

Hipersomnia adalah gejala yang sering menunjukkan kemungkinan penyakit serius.
Hipersomnia sementara (transient) dapat terjadi pada orang yang sehat, untuk beberapa malam atau hari setelah mengalami kurang tidur atau kelelahan fisik yang luar biasa.

Hipersomnia berlangsung lebih dari beberapa hari bisa menjadi gejala dari:
- Gangguan psikologis (misalnya, kecemasan atau depresi berat)
- Penggunaan yang berlebihan dari obat tidur
- Kurangnya oksigen dan karbon dioksida akumulasi dalam tubuh sebagai akibat dari sleep apnea
- Kelainan otak.
Hipersomnia baru lahir kronis pada usia dini dapat menjadi gejala dari narkolepsi.

GEJALA

Pasien sering merasa sangat mengantuk dan ingin tidur atau bahkan tertidur bukan pada tempatnya dan tidak pada waktunya untuk tidur.

Diagnosa

Diagnosis berdasarkan gejala.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis dapat dilakukan tes laboratorium, seperti hipersomnia dapat disebabkan oleh penyakit tertentu.

Hipersomnia baru timbul dan menyebabkan sulit untuk menjelaskan, mungkin hasil dari gangguan psikologis (misalnya, depresi) atau gangguan neurologis (misalnya ensefalitis, meningitis atau tumor di dalam tengkorak).
Pemeriksaan psikologis dimaksudkan untuk depresi, masalah memori atau tanda-tanda lain dari gangguan neurologis.
CT scan atau MRI dilakukan pada pasien dengan tanda-tanda gangguan neurologis.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada penyebabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

MEDICAL SCIENCE